Home arrow Berita
Berita
BTEL luncurkan HP LG
Senin, 16 Februari 2009

Kamis, 18 September 2008 | 16:34 WIB, sumber: TEMPO Interaktif, Jakarta:

Image

Hari ini, Esia kembali meluncurkan paket bundling dengan harga terjangkau. Kali ini Esia menggandeng produsen ponsel Korea, LG Mobile, dengan meluncurkan ponsel CDMA berfitur kamera termurah di pasaran saat ini, LG D6100.

Menurut Ridzki Kramadibrata dari Bakrie Telecom, pasar ponsel bundling yang sangat besar membuat Esia terus menggelontorkan produk-produknya. "Dengan harga terjangkau," ujarnya.

Ia meyakinkan saat ini ponsel bundling Esia LG D6100 adalah ponsel CDMA dengan fitur kamera yang harganya termurah di pasar. "Harganya cuma Rp 599.000, ditambah bonus talktime Rp 10 ribu dan gratis menelepon selama satu tahun," ujar Ridzki.

Gratis menelepon satu tahun adalah dalam setiap bulan pengguna akan mendapat gratis telepon selama 100 menit, selama 12 bulan. Syaratnya, pembeli paket ini harus melakukan registrasi dulu dengan mendaftarkan nomer kode ponsel yang tertempel di baterai.

Ponsel Esia Ekspresi ini memiliki fitur kamera VGA dengan 4x digital zoom, layar warna 65 ribu warna, radio FM, phonebook dengan kapasitas 500 entri dan games. Ada juga kalkulator, Stopwatch, Unit converter dan World Clock.

"Kelebihan lain ponsel ini, bisa SMS sampai 462 karakter, tidak semua ponsel CDMA bisa begini. Ada juga tombol shortcut untuk akses radio," ujar Ridzki.

Sementara itu manajer produk LG Mobile Indonesia John Halim mengatakan ponsel ini juga memiliki kapasitas baterai sangat kuat. "1900 mAh sehingga tidak perlu dicharge setiap hari bahkan bisa tahan sampai satu minggu," ujarnya.

Manajer senior untuk sales dan marketing LG Mobile Indonesia Kim Jae Hong menambahkan ia menyambut baik kerjasama yang ketiga kali dengan Esia ini. Pasalnya, ia mengatakan pasar ponsel CDMA LG di Indonesia tidak terlalu besar.

"Penjualan ponsel LG di Indonesia belum terlalu bagus karena kebanyakan ponsel LG yang dijual di sini adalah ponsel high-end. Tapi sekarang kami mulai masuk ke entry level," ujarnya. Pasar ponsel LG yang terbesar sampai saat ini memang masih Amerika Serikat.

Ridzki juga menambahkan ponsel bundling kali ini menyasar segmen berbeda dengan ponsel Esia sebelumnya. Kali ini sasarannya adalah anak muda. "Mereka kan suka kamera, dan wallpaper bisa diganti-ganti," ujarnya.
Kartika Candra

Terakhir di-update ( Senin, 16 Februari 2009 )
Selengkapnya
 
Banyak Ragam Hape Esia
Senin, 16 Februari 2009

Image 

Bakrie Telecom (Esia) telah mengeluarkan banyak ragam hp Esia, diantaranya: HP penuh warna, HP Kilau Warna, HP ngoceh (battery kuat), HP Merdeka (Patriotis), HP Hidayah (muslim), HP Kasih (kristen), HP Bali (Hindu), HP Fu (China), HP Slank (slankers) dan lainnya.

 

Selengkapnya
 
Hape Esia FU bisa Ramal
Sabtu, 14 Februari 2009

Image

Image 

27/01/2009 09:35:30 YOGYA (KR) - Menyambut tahun baru Imlek, Bakrie Telecom meluncurkan paket handphone (HP) khusus dengan nama Hape Esia Fu. Hape ini juga merupakan hape pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur-fitur dengan aplikasi Imlek. Di antaranya fengshui dan fortune cookies, kalender Fu dan toko Hoki. Bagi masyarakat yang membeli hape ini juga akan menikmati diskon harga 50% untuk percakapan telepon ke Cina, Hongkong dan Singapura menggunakan kode akses 01010. Diskon berlaku satu tahun penuh hingga 31 Desember 2009.

Terakhir di-update ( Sabtu, 14 Februari 2009 )
Selengkapnya
 
Iklan Seluler Bisa Bunuh Industri
Rabu, 16 April 2008
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jakarta - Iklan operator seluler dinilai mengancam industri seluler. Bahkan iklan yang beredar berpotensi membunuh pesaing dan sesama pelaku industri telekomunikasi seluler. Oleh karena itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta untuk mengawasi perang iklan yang terjadi.

Hal itu dikemukakan Udin Silalahi, pengamat hukum persaingan usaha dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), dalam acara Dialog Khusus Pro3 RRI bertajuk 'Consumer Lost dan Class Action pada Industri Seluler Indonesia' yang diadakan di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/4/2008).

Menurut Silalahi ada dua wilayah yang berbeda dalam menyikapi perang iklan operator. Pertama, ujarnya, kalau sampai pelaku industri menjalankan strategi yang mematikan atau mengusir kompetitornya maka KPPU harus bertindak.

Sedangkan wilayah yang kedua, lanjut Silalahi, adalah jika apa yang dijanjikan iklan tidak dijalani dengan semestinya. Ia mengatakan hal demikian bisa disebut unsur penipuan dan sudah di luar kewenangan KPPU.

"KPPU hanya bisa melihat apakah iklan itu akan mengusir kompetitor atau tidak. Sedangkan soal benar atau tidaknya iklan itu bukan KPPU yang harus melihat," papar Udin Silalahi.

Udin melanjutkan, Indonesia hingga saat belum memiliki UU khusus periklanan, yang ada hanya Etika Pariwara. Sehingga belum ada payung hukum untuk membahas konten iklan. Sedangkan jika konsumen merasa dibohongi oleh iklan, menurutnya bisa menggunakan UU Perlindungan Konsumen.

Sutrisno Iwantono, Mantan Ketua KPPU, mengatakan industri seluler di Indonesia sudah cukup bebas. Meski demikian, tetap saja tidak sembarang pemain baru bisa masuk karena investasi teknologi yang sangat besar.

Oleh karena itu, Sutrisno menyarankan, pemerintah sebaiknya jangan mempersulit pemain baru yang akan masuk. Adanya pemain baru menurutnya akan memicu persaingan yang lebih sehat.
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 17
Seminar Bisnis Bersama Masbukhin