Home arrow Berita
Berita
Jaringan Seluler Bakal Diaudit Secara Acak
Jumat, 22 Februari 2008

Sumber: detikinet

Kamis, 21/02/2008 18:24 WIB
Oleh: Achmad Rouzni Noor II

Jakarta - Pemerintah dan regulator bersiap menggelar audit jaringan seluler secara acak demi mencocokkan antara kondisi nyata di lapangan dengan komitmen pembangunan sesuai lisensi modern.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerima laporan tertulis dari operator seluler. Saat ini, laporan pembangunan jaringan tersebut tengah dievaluasi dan akan diklarifikasi melalui inspeksi mendadak dalam waktu dekat ini bersama tim dari Ditjen Postel.

"Audit dilakukan secara acak dan sifatnya mendadak jadi tidak diketahui terlebih dahulu. Kalau bocor akan percuma saja. Kami akan mencocokan laporan pembangunan tertulis dengan kondisi riil di lapangan," jelas Anggota BRTI Kamilov Sagala ketika dihubungi detikINET, Kamis (21/2/2008).

Terakhir di-update ( Jumat, 22 Februari 2008 )
Selengkapnya
 
Smart Subsidi Rp 90 Miliar untuk Ponsel 1900 MHz
Rabu, 20 Februari 2008
Sumber: detikinet
Jumat, 15/02/2008 19:11 WIB
Oleh: Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Smart Telecom merogoh US$ 9 juta atau hampir Rp 90 miliar untuk memberikan subsidi pengadaan ponsel CDMA yang bisa beroperasi di frekuensi 1900 MHz.
 
Deputy CEO Smart Telecom, Djoko Tata Ibrahim menjelaskan, subsidi tersebut terpaksa dilakukan pihaknya karena minimnya ketersediaan ponsel 1900 MHz yang beredar di pasaran.

"Kami memberikan subsidi 50% untuk setiap ponsel CDMA bundling yang kami lempar di pasaran demi memudahkan pelanggan kami," ujarnya, di sela peluncuran program bundling kartu perdana Smart dengan Haier, yang berlangsung di kantor pusat Smart -- Jakarta -- Jumat (15/2/2008).
Terakhir di-update ( Jumat, 22 Februari 2008 )
Selengkapnya
 
Berbasis IP-Tarif Seluler Bisa Turun 90%
Jumat, 15 Februari 2008

Sumber:detik Oleh Achmad Rouzni Noor II

Jakarta - Jika nantinya para operator seluler telah mengimplementasikan infrastruktur jaringan berbasis protokol internet (IP) maka tarif layanannya yang dinilai masih mahal itu bisa dipangkas hingga 90%.

Demikian setidaknya menurut Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya. "Sayangnya, belum semua infrastruktur seluler telah berbasis IP. Begitu juga dengan radio interface-nya," ujarnya di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Teguh juga berpendapat, dengan hadirnya teknologi telekomunikasi berbasis IP terbaru yang disebut Long Term Evolution (LTE), nantinya tarif komunikasi data, suara, dan video bisa turun hingga sepersepuluhnya atau dipangkas sekitar 90% karena kanal atau saluran untuk komunikasi yang disediakan juga semakin besar.

"Namun, penurunan tarif sangat tergantung dari jumlah pengguna. Misal, dari sepuluh kanal yang tersedia kalau penggunanya cuma satu, maka tetap mahal karena tarifnya cuma dibebankan ke satu pengguna itu saja. Tapi, kalau penggunanya makin banyak, tarif otomatis akan turun karena bebannya dibagi sama rata," jelasnya.

Teknologi LTE yang merupakan upgrade untuk jaringan GSM, CDMA, WCDMA atau HSPA, dianggap dapat menyediakan akses layanan internet cepat dengan tingkat delay rendah melalui mobile broadband. Saat ini, teknologi tersebut tengah digadang-gadang sebagai cikal bakal teknologi generasi keempat (4G). ( rou / wsh )

 
Tarif Murah Tekan SMS
Senin, 11 Februari 2008

Sumber: www.Jawapos.com 9 Feb 2008

SURABAYA - Persaingan tarif (lebih murah) di kalangan operator, terutama GSM (global system for mobile communication), mampu mendongkrak tajam pertumbuhan layanan voice (panggilan). Sebaliknya, hal itu menekan pertumbuhan layanan SMS (short message service).

Terakhir di-update ( Jumat, 15 Februari 2008 )
Selengkapnya
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 9 - 16 dari 17
Seminar Bisnis Bersama Masbukhin