| Telkomsel Bali Bantah Ingin Matikan Toko Voucher-detiknet |
| Selasa, 29 Januari 2008 | |
|
Selasa, 07/09/2004 16:35 WIB Denpasar - PT Telkomsel belum mau memberi komentar soal somasi dari Asosiasi Teknisi dan Pengusaha Handphone Indonesia (Atekindo) Bali. Namun, mereka menegaskan tidak berniat mematikan toko atau outlet voucher. Selama ini, sistem penjualan voucher pulsa isi ulang Telkomsel melewati sebuah distributor utama (DU). Nantinya DU ini akan membentuk gerai dan M-Kios yang menjual harga voucher Telkomsel sesuai dengan harga banderolnya. Misalnya pulsa isi ulang seharga Rp 20 ribu akan dijual Rp 20 juta. Demikian juga pulsa Rp 50 ribu dijual dengan harga yang sama. Jika dealer menjual voucher kartu seluler Telkomsel ke toko, maka harga banderol Rp 20 ribu bisa dijual berkisar Rp 22-24 ribu dan jatuhnya ke konsumen Rp 25-30 ribu. Sedangkan untuk voucher seharga Rp 50 ribu dijual ke toko Rp 52-57 ribu dan jatuh ke konsumen seharga Rp 55-60 ribu. Harga grosir voucher simpati ini selalu berubah setiap hari dalam satu minggu penjualan. Tavadi mengaku sebelumnya sudah menempuh jalur damai untuk menyelesaikan masalah ini. Pihaknya mengajukan beberapa opsi tetapi tidak mendapat tanggapan dari Atekindo. Salah satu opsi adalah menawarkan toko-toko itu untuk menjadi anggota M-Kios (gerai) tetapi kurang mendapat tanggapan dari mereka. Toko-toko yang menjadi anggota Atekindo menolak tawaran itu karena menganggap syarat menjadi anggota M-Kios cukup berat. Kalau untuk menjadi M-Kios setiap toko yang berformat M-Kios diberi target oleh pihak Telkomsel penjualan berupa voucher produk Telkomsel sejumlah 100 unit dalam waktu satu minggu. Selain itu, toko handphone yang berformat M-Kios hanya boleh menjual voucher dari minimal dua operator seluler salah satunya Telkomsel. Merchandise dan umbul-umbul dan sarana promosi operator lain yang ada di setiap M-Kios harus dihilangkan atau ditiadakan diganti sarana promosi Telkomsel. Seperti diberitakan, Asosiasi Teknisi dan Pengusaha Handphone Indonesia (Atekindo) Bali mensomasi PT Telkomsel dengan dugaan melakukan monopoli penjualan voucher isi ulang pulsa. ( tis ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|